Selasa, 16 Juli 2013

KOLORIMETRI

Suatu metoda analisa kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan besaran warna antara larutan sampel dan larutan standar dengan menggunakan sumber cahaya sinar putih / polikromatis dan detektor mata itulah yang dimaksud dengan “kolorimetri/visual kolrimetri”. Metoda ini didasarkan pada penyerapan cahaya tampak dan energi radiasi lainnya oleh suatu larutan. Jumlah radiasi yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi zat penyerap dalam larutan.
            Metoda ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang merupakan fungsi dari kandungan komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan.
Metoda kolorimetri terbagi atas 2 bagian yaitu :
1.      metoda kolorimetri visual
menggunakan mata sebagai detektornya
2.      metoda fotometri
menggunakan fotosel sebagai detektornya
Macam metoda kolorimetri visual, yaitu :
1. metoda standar seri (metoda Nessler)
Pada metoda ini dibuat sederetan larutan standar dan larutan sampel dalam tabung yang berukuran sama dengan jenis yang sama pula. Kemudian warna larutan sampel dibandingkan dengan salah satu warna dari larutan standar.
2.      metoda kesetimbangan
Pada metoda ini dilakukan cara membandingkan larutan sampel dengan larutan standar yang didasarkan pada ketebalan larutan standar yang divariasikan.
3.      metoda pengenceran
Menggunakan satu zat standar dan sejumlah buret yang berisi blanko. Konsentrasi standar diencerkan dengan blanko sampai tercapai kesamaan warna. Prinsip dasarnya : pada larutan standar ditambahkan blanko.
4.      metoda standar sintetis
Zat yang diselidiki diperoleh dengan cara penambahan sejumlah komponen standar terhadap suatu larutan blanko sampai terjadi kesamaan warna. Prinsip dasarnya : pada blanko ditambahkan larutan standar.
Metoda kesetimbangan terbagi atas 3 antara lain :
a. Sistem Silinder Hehner
Terdiri dari sepasang silinder yang persis sama dengan kran yang ada di bawahnya. Umumnya bila tinggi kedua larutan sama, maka warnanya akan berbeda. Untuk itu pengamatannya dilakukan secara vertikal. Untuk mencapai kesamaan warna maka dilakukan dengan cara mengeluarkan larutan yang konsentrasinya lebih pekat. Dengan demikian akan memperpendek panjang jalan sinar pada permukaan larutan tersebut dan penyerapan menjadi berkurang. Akibatnya warna larutan keduanya akan sama. Dalam percobaan ini sistem silinder Hehner dimodifikasi dengan menggunakan 2 buah gelas ukur yang persis sama. Gelas ukur sampel tetap, sedangkan gelas ukur yang berisi larutan standar dihubungkan dengan labu ukur (yang juga berisi larutan standar) dengan menggunakan pipa U dan selang karet yang akan membentuk suatu sistem bejana berhubungan.
b. Bajerum Comperator
Pada alat ini untuk mencapai kesamaan warna antara larutan sampel dengan larutan standar dilakukan dengan cara menggeser larutan sampel disepanjang skala yang berada di atas bajerum comperator. Bajerum comperator ini merupakan suatu persegi panjang yang salah satu diagonalnya (diagonal depan) diisi dengan larutan standar dan diagonal yang lain diisi dengan larutan blanko. Pengamatan dilakukan secara horizontal.
c. Dubous Colorimeter
Pada alat ini kesamaan warna dicapai dengan cara mengatur atau mengubah jarak antara alas bejana dengan bagian bawah alat pelampung oplunger. Pengamatan dilakukan dengan mengamati splitfield.

Metoda kolorimetri juga mempunyai syarat, salah satunya larutan harus bewarna. Jika larutan tidak bewarna maka dilakukan dahulu pengomplekan dengan penambahan reagen pewarna. Sedangkan syarat pewarnaan ini antara lain :
·         warna yang terbentuk harus stabil
·         reaksi pewarnaan harus selektif
·         larutan harus transparan
·         kesensitifannya tinggi
·         ketepatan ulang tinggi
·         warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi.
Kendala dalam analisa kolorimetri :
·         reagen pewarna sukar didapat karena harganya yang mahal
·         untuk mendapatkan warna spesifik dibutuhkan kondisi tertentu
·         kepekaan detektor mata.

Metoda kolorimetri visual mempunyai prinsip dasar, yaitu kesamaan warna tercapai bila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan persis sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar